Loading...

Dari Luar Negeri ke Mandalika: dr. Melody Bawa Energi Baru untuk Layanan Obgyn

Dari Luar Negeri ke Mandalika: dr. Melody Bawa Energi Baru untuk Layanan Obgyn

Author: Humas

Published on: Oct. 23, 2025, 12:49 p.m.

Views: F(hits) + Value(1)

Lombok Tengah, 23 Oktober 2025 – RS Mandalika Provinsi NTB menerima kunjungan tim Kementerian Kesehatan RI dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Program Adaptasi Tenaga Medis WNI Lulusan Luar Negeri. Kegiatan ini menegaskan posisi RS Mandalika sebagai satu-satunya rumah sakit di NTB yang memiliki dokter adaptan dari program tersebut.

Tim Kemenkes yang hadir dipimpin oleh drg. Oscar Primadi, MPH dari Komite Bersama Adaptasi, didampingi drg. Agusti Medika Putri, MKM, Ketua Tim Kerja Pendayagunaan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan WNI Lulusan Luar Negeri bersama empat anggota, serta Lita Dwi Astari, STP, M.Si, Ketua Tim Kerja Pendayagunaan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Indonesia ke Luar Negeri dan WNA.

Direktur RS Mandalika, dr. Oxy Cahyowahyuni, Sp.EM., FICEP., FISQua, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kemenkes menjadikan RS Mandalika sebagai lokasi adaptasi. “Dengan hadirnya dokter adaptan, dr. Melody, kami menambah kekuatan SDM untuk layanan obstetri dan ginekologi yang sebelumnya hanya diperkuat satu dokter,” ujarnya. Ia berharap agar Kemenkes juga menyediakan SDM spesialis lain seperti jantung dan urologi untuk Rumah Sakit Mandalika

Sementara itu, drg. Oscar Primadi, MPH mengapresiasi komitmen RS Mandalika yang dinilai memiliki potensi besar menjadi magnet bagi dokter spesialis. “Branding RS Mandalika sebagai rumah sakit di kawasan destinasi pariwisata internasional selaras dengan hadirnya dokter lulusan luar negeri. Ini sinergi yang positif untuk penguatan layanan kesehatan di daerah,” ungkapnya.

dr. Melody sendiri merupakan dokter adaptan bidang Obstetri dan Ginekologi lulusan Soochow University, Tiongkok, dan Mariano Marcos Memorial Hospital, Filipina. Sejak bertugas di Mandalika sejak April 2024, ia berhasil meningkatkan kunjungan layanan Obgyn dari 600 pasien (2024) menjadi 1.200 pasien (2025), serta aktif menjalin jejaring dengan bidan dan fasyankes sekitar melalui konsultasi gratis dan pendekatan humanis kepada pasien perempuan.

Kehadiran dokter adaptan di RS Mandalika menjadi bukti bahwa sinergi dan dedikasi mampu melahirkan lompatan besar dalam pelayanan kesehatan, dari adaptasi menuju aksi nyata untuk masyarakat Lombok dan Nusa Tenggara Barat.

Gambar Tambahan
Gambar Tambahan
Gambar Tambahan

Comments:

  • No comments yet. Be the first to comment!

Leave a Comment:

Back to all posts